Beritakapan.co.id - Pemerintah bersiap menghadirkan alternatif baru untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga melalui peluncuran CNG Merah Putih 3 kilogram. Produk berbahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) tersebut direncanakan akan diperkenalkan secara bertahap tahun 2026 ini sebagai salah satu pilihan pengganti LPG 3 kilogram atau yang dikenal masyarakat sebagai gas melon.
![]() |
| Ilustrasi CNG Merah Putih (Sumber ChatGPT) |
Dilansir dari Fajar.co.id, Kehadiran CNG Merah Putih ini diharapkan dapat memberikan pilihan energi memasak yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa CNG Merah Putih ini harganya lebih murah 30-40 persen.
![]() |
| Dok Foto: bloombergtechnoz |
Selain itu, sistem penggunaannya diklaim tetap kompatibel dengan kompor rumah tangga yang ada atau bersifat plug and play.
“Biaya penggunaan CNG lebih murah dibanding LPG dan tidak perlu mengganti kompor,” kata Bahlil dalam keterangannya dilansir pada Rabu (1/7/2026).
“Untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat. Dan ini ongkosnya lebih murah 30–40 persen,” ujar Bahlil.
Dalam skema yang disiapkan, tabung CNG Merah Putih menggunakan bahan komposit yang lebih ringan dan akan dipinjamkan kepada pengguna melalui distributor. Kapasitasnya disebut setara dengan LPG 3 kg.
Selama ini, CNG lebih banyak digunakan di beberapa sektor seperti industri, hotel, restoran, hingga kendaraan berbahan bakar gas.
Nantinya prototype CNG Merah Putih ini akan menggunakan tabung type IV berkapasitas 3,8 meter kubik yang diklaim setara dengan LPG 3Kg.
Dilansir dari AyoJakarta.com, Pemerintah juga menargetkan distribusi dilakukan secara bertahap, dimulai dari kota-kota besar di Pulau Jawa sebelum diperluas ke wilayah lain. Namun, implementasi penuh masih menunggu penyelesaian roadmap, kesiapan infrastruktur, serta sistem distribusi di lapangan. Pemerintah
Sejumlah komponen dalam program ini juga melibatkan produksi luar negeri. Tabung dan casing disebut diproduksi di China, valve penurun tekanan otomatis berasal dari Jerman, sementara proses perakitan juga dilakukan di China. Tabung tersebut diklaim memiliki usia pakai hingga 20 tahun.
Langkah ini diambil karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor LPG, yang mencapai sekitar 75–80 persen dari kebutuhan nasional, dengan nilai devisa sekitar US$5 miliar per tahun.
Di sisi lain, subsidi LPG 3 kg juga membebani APBN lebih dari Rp80 triliun setiap tahun.
Dengan hadirnya CNG Merah Putih, pemerintah berharap dapat menekan impor LPG sekaligus mengurangi beban subsidi energi, tanpa mengganggu kebutuhan energi rumah tangga masyarakat.


Posting Komentar untuk "Pengganti Gas Melon, CNG Merah Putih 3Kg akan Diluncurkan Bertahap Tahun Ini"