Beritakapan.co.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan maut di Jalur Pantura, Kabupaten Indramayu, yang merenggut 12 nyawa dan melukai enam orang. Melalui unggahan di media sosial Instagramnya, Dedi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengunjungi keluarga korban sekaligus memberikan santunan duka sebesar Rp25 juta untuk setiap korban meninggal dunia.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berduka. Ia juga mendoakan agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
Dilansir dari RadarCirebon.com, Kecelakaan tragis itu terjadi saat rombongan warga yang baru pulang dari acara pernikahan menumpangi mobil pikap. Kendaraan tersebut terlibat tabrakan beruntun dengan dua truk di Jalur Pantura Indramayu.
![]() |
| Ilustrasi Foto: Instagram Dedi Mulyadi |
Unggahan KDM langsung menuai perhatian publik. Banyak warganet menyampaikan belasungkawa sekaligus berharap tragedi serupa tidak kembali terulang. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi kecelakaan maut yang terjadi di Jalur Pantura, Kabupaten Indramayu. Musibah yang melibatkan tiga kendaraan tersebut merenggut 12 nyawa dan menyebabkan enam orang lainnya mengalami luka-luka.
Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan akan mengunjungi keluarga korban sekaligus menyerahkan bantuan duka cita sebesar Rp25 juta untuk setiap korban meninggal dunia. Pernyataan tersebut disampaikan KDM melalui video yang diunggah di akun media sosial Instagram miliknya.
Dalam pesannya, ia mengaku sangat berduka atas musibah yang menimpa rombongan warga yang tengah dalam perjalanan usai menghadiri acara pernikahan.
"Duka yang mendalam kami sampaikan kepada seluruh korban kecelakaan lalu lintas mobil pikap pengangkut rombongan pengantin yang tertabrak truk hingga mengakibatkan 12 orang meninggal dunia di Kabupaten Indramayu," ujar Dedi Mulyadi.
Ia juga mendoakan seluruh korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi cobaan tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan hadir mendampingi keluarga korban. Salah satu bentuk kepedulian itu diwujudkan melalui pemberian santunan duka.
"Kami akan segera berkunjung ke keluarga korban dan menyampaikan bantuan duka sebesar Rp25 juta per orang sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang selalu hadir dalam berbagai peristiwa duka yang dialami masyarakat," katanya. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat kecelakaan tragis tersebut.
Sebelumnya, kecelakaan tragis terjadi di Jalur Pantura tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (12/7/2026).
Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat bersama Polres Indramayu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin (13/7/2026) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Kasubbid Gakkum Ditlantas Polda Jabar, AKBP Jimmy Manurung menjelaskan, kecelakaan melibatkan tiga kendaraan, yakni satu unit Daihatsu Gran Max pikap, truk Hino boks, dan satu unit truk Hino nonboks.
Menurut hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula ketika mobil pikap Gran Max berhenti di sisi kanan jalan untuk melakukan putar balik. Polda Jawa Barat kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan mobil pikap sebagai kendaraan pengangkut penumpang.
Larangan tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 137, yang menegaskan kendaraan barang tidak diperuntukkan membawa orang, kecuali dalam kondisi tertentu sesuai ketentuan.


Posting Komentar untuk "KDM Janjikan Rp25 Juta untuk Setiap Korban Tewas Kecelakaan Maut di Indramayu"