5 Nama Calon Pengganti Khamenei Usai Tewas Perang AS-Israel

Beritakapan.co.id - Berdasarkan informasi yang diterima, Kematian Khamenei meninggalkan duka bagi sebagian warga Iran juga kegembiraan bagi musuh-musuhnya seperti Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Iran juga sibuk meluncurkan serangan balasan dan berjanji bakal menyerang dengan gempuran lebih besar dari AS dan Israel.


5 Nama Calon Pengganti Khamenei Usai Tewas Perang AS-Israel (HO / Iranian Supreme Leader's Website / AFP)

Iran tampaknya sibuk mempersiapkan calon pengganti pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei usai tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2). Berdasarkan informasi dari kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel telah memunculkan lima nama yang diprediksi kuat menjadi calon penggantinya.

Berikut adalah 5 nama calon pengganti Khamenei tersebut:

Mojtaba Khamenei (56 tahun)

Anak kedua Ali Khamenei yang memiliki pengaruh besar di balik layar. Ia memiliki hubungan sangat kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pasukan Basij, meski ia bukan ulama berpangkat tinggi.

Anak kedua Khamenei, Mojtaba, dikenal punyai pengaruh signifikan di balik layar dan memiliki hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta pasukan paramiliter sukarelawan Basij.

Namun, suksesi dari ayah ke anak sering kali tak disukai di kalangan ulama Muslim Syiah, khususnya di Iran yang sedang mengalami revolusi setelah menggulingkan monarki.

Hambatan tambahan yakni Mojtaba bukan ulama berpangkat tinggi dan tidak memiliki peran resmi dalam rezim tersebut.

Alireza Arafi (67 tahun)

Ulama terkemuka yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pakar dan anggota Dewan Penjaga. Ia merupakan orang kepercayaan Khamenei dengan rekam jejak birokrasi yang kuat.

Arafi merupakan ulama terkemuka dengan rekam jejak di lembaga-lembaga pemerintahan dan orang kepercayaan Khamenei.

Saat ini, dia menjabat sebagai wakil ketua Majelis Pakar dan pernah menjadi anggota Dewan Penjaga. Dewan tersebut bertugas memeriksa calon pemilu dan undang-undang yang disahkan parlemen.

Arafi juga kepala sistem seminari Iran. Kesediaan Khamenei menunjuk dia ke posisi senior dan strategis menunjukkan rasa kepercayaan yang besar terkait kemampuan birokrasinya.

Namun demikian, Arafi tak dikenal sebagai tokoh politik berpengaruh dan tidak punya hubungan dekat dengan lembaga keamanan.

Mohammad Mehdi Mirbagheri (60-an tahun)

Ulama garis keras anggota Majelis Pakar yang mewakili kelompok paling konservatif. Ia dikenal sangat anti-Barat dan memiliki pandangan ideologis yang radikal.

Mirbagheri adalah ulama garis keras dan anggota Majelis Pakar yang mewakili kelompok paling konservatif.

Dia pernah menyebut begitu banyak korban di Gaza imbas agresi Israel tak jadi soal selama itu bisa mendekatkan pada Tuhan.

Mirbagheri juga sangat menentang Barat dan percaya bahwa konflik antara orang beriman dan orang kafir tak bisa dihindari.

Hassan Khomeini (55 tahun)

Cucu dari pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini. Ia memiliki legitimasi revolusioner yang tinggi, meski dianggap kurang memiliki pengaruh di kalangan aparat keamanan dibandingkan kandidat lainnya.

Hassan adalah cucu pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini, yang memberinya legitimasi keagamaan dan revolusioner.

Dia bertugas sebagai penjaga mausoleum Khomeini dan belum pernah memegang jabatan publik.

Meski demikian, Hassan tampaknya punya sedikit pengaruh terhadap aparat keamanan negara atau elit penguasa.

Dia pernah dianggap kurang keras dibanding rekan-rekannya dan sempat dilarang mencalonkan diri untuk Majelis Pakar pada 2016.

Hashem Hosseini Bushehri (60-an tahun) 

Ulama senior yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pertama Majelis Pakar. Ia dikenal dekat dengan lembaga-lembaga pengatur suksesi, namun memiliki profil rendah di tingkat nasional.

Bushehri adalah ulama senior yang terkait erat dengan lembaga-lembaga pengatur suksesi, khususnya Majelis Pakar. Di badan itu, dia menjadi wakil ketua pertama.

Bushehri disebut-sebut dekat dengan Khamenei tetapi punya profil rendah di dalam negeri dan tidak dikenal punya hubungan yang kuat dengan IRGC.


Sumber: CnnInternasional

Posting Komentar untuk "5 Nama Calon Pengganti Khamenei Usai Tewas Perang AS-Israel"

Advertisement
Advertisement