Desa Malang Semirang Di Indramayu Bentuk Pos Ketahanan Pangan

BeritaKapan - Ketahanan pangan menjadi salah satu sorotan untuk warga desa yang kurang mampu bagi perekonomian yang kelas bawah hingga fakir miskin. Dalam kebutuhan soal pangan tentu disinyalir mengundang bagaimana sisi baiknya lingkungan kerja yang ada di desa. Seperti halnya penghasilan di desa bukan hanya hasil dari sektor pertanian saja, melainkan menyoroti ketahanan pangan salah satunya dari sektor teknologi industri, peternakan dan swadaya masyarakat untuk membangun posko ketahanan pangan atau pun lumbung pangan didesa setempat.

 

Ilustrasi Sembako/Freepik

Melalui informasi yang didapat dari Pemerintah Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membentuk Pos Ketahanan Pangan atau Lumbung Pangan Desa sebagai upaya memastikan tidak ada warga yang mengalami kelaparan, stunting, maupun kekurangan pangan.

Program ini menyasar kelompok rentan seperti fakir miskin, lansia, janda dan duda, serta anak yatim. Seluruh bantuan pangan yang disalurkan diberikan secara gratis.

Dilansir dari InewsIndramayu, Kepala Desa Malang Semirang, Rusmono Syafi’i, mengatakan gagasan pembentukan pos ketahanan pangan terinspirasi dari pemikiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang menekankan pentingnya ketahanan pangan di tingkat desa.


Ilustrasi Sembako/Freepik


Foto: InewsIndramayu/Selamet Riyadi


“Jangan sampai ada warga desa yang tidak bisa makan. Karena itu kami siapkan lumbung pangan yang berisi beras, sembako, obat-obatan, hingga makanan kaleng seperti sarden,” ujar Rusmono, Rabu, 14 Januari 2026. 

“Harapan kami, Desa Malang Semirang ke depan menjadi desa yang tidak ada warganya kekurangan pangan, tidak stunting, dan tidak kelaparan. Kami berpikir bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan,” Kata Kepala Desa. 

Pos ketahanan pangan yang dibangun hadir dapat membantu sejumlah warga sebagai pos pengaduan warga. Hal positif yang dapat diambil sehingga masyarakat dapat melapor apabila mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar terutama masalah pangan. Selain itu, tersedia peralatan pendukung untuk antisipasi bencana alam yang bisa dimanfaatkan dalam kondisi darurat.

Melalui sejumlah program ketahanan pangan desa ini didanai dari Dana Desa sebesar 30 persen pada tahun anggaran 2025. Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai sektor produktif, salah satunya budidaya jamur.

“Hasil keuntungan dari budidaya jamur kami masukkan kembali ke lumbung pangan dan untuk pengembangan usaha,” jelas yang dipaparkan kepala desa tersebut.

Selain budidaya jamur, ketahanan pangan desa juga dikembangkan melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Mengenai sejumlah produksi jamur yang ada telah dikembangkan saat ini, baru mencapai sekitar 40 persen dari target satu kuintal per hari. Pemerintah desa Malang Semirang optimistis, jika target tersebut tercapai, ketahanan pangan desa akan semakin kuat sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Pemerintah desa juga menjalin kerja sama permodalan dengan warga. Masyarakat yang ingin membudidayakan jamur difasilitasi modal usaha yang dikembalikan dalam bentuk hasil panen. 

Posting Komentar untuk "Desa Malang Semirang Di Indramayu Bentuk Pos Ketahanan Pangan"

Advertisement