Benarkah Uban usia 20 tahun tanda penuaan dini?

Beritakapan.co.id - Praktisi kesehatan perempuan Kirtly Jones berkata beberapa helai uban masih terbilang normal saat ditemukan pada usia akhir 20-an atau awal 30-an. Munculnya uban di usia 20-an (sering disebut uban prematur) bisa dibilang cukup mengejutkan, tapi sebenarnya ini hal yang relatif umum terjadi. Pada dasarnya, uban muncul karena folikel rambut kehilangan melanin, yaitu pigmen yang memberi warna pada rambut.


Ilustrasi Uban Usia 20-an/Beritakapan.co.id/Magnific


Berikut adalah beberapa penyebab utama mengapa produksi melanin ini bisa melambat atau berhenti lebih cepat di usia 20-an:

Dilansir dari laman Health Care University of Utah, kemunculan uban bisa dibilang prematur di sebelum usia 20 tahun.

Meski uban terbilang normal di usia 20 tahun, tapi sebenarnya kamu bisa mengecek penyebabnya antara lain sebagai berikut.

1. Genetik

Dilansir dari CNNIndonesia, Ini adalah penyebab paling sering. Jika orang tua, kakek, atau nenek Anda juga sudah mulai beruban di usia muda, kemungkinan besar Anda mewarisi gen tersebut. Genetik menentukan kapan dan seberapa cepat folikel rambut Anda berhenti memproduksi melanin. Uban di usia 20-an bisa dipengaruhi faktor genetik. Dokter kulit Mona Gohara berkata jika orang tua atau kakek-nenek beruban lebih awal maka, kamu juga bisa mengalaminya.

Warna rambut ditentukan oleh jumlah dan kombinasi melanin. Kondisi ini telah ditentukan oleh kode genetik. Produksi melanin menurun seiring waktu sehingga lebih sedikit pigmen membuat rambut memutih.

2. Stres

Sebagian orang meyakini stres berkontribusi pada kemunculan uban.

Melansir Health, studi pada hewan pada 2020 membuktikan bahwa tikus kehilangan sel punca penghasil melanin yang disebut melanosit akibat stres. Namun belum ada riset yang mengonfirmasi kondisi serupa pada manusia.

  • Stres Oksidatif dan Stres Pikiran

Stres Pikiran: Meskipun stres tidak langsung mengubah rambut jadi putih dalam semalam, stres kronis memicu pelepasan norepinefrin. Zat kimia ini dapat merusak sel-sel induk melanosit (penghasil warna rambut) di dalam folikel.

Stres Oksidatif: Terjadi ketika tubuh kekurangan antioksidan untuk melawan radikal bebas. Hal ini bisa dipicu oleh polusi udara, paparan sinar UV berlebih, hingga gaya hidup tidak sehat.

3. Kekurangan Vitamin dan Mineral

Uban usia 20 tahun itu penuaan dini? Kamu sebenarnya bisa jadi kekurangan vitamin atau mineral.

Kekurangan kalsium, tembaga, feritin, folat, zat besi, selenium, vitamin B12, dan seng dapat menyebabkan rambut beruban. Selain itu, kekurangan protein juga bisa membuat rambut kehilangan pigmen.

Rambut butuh asupan vitamin dan mineral yang tepat agar tetap sehat dan berwarna. Kekurangan zat berikut sering dikaitkan dengan uban prematur:

  • Vitamin B12: Sangat krusial untuk energi dan metabolisme sel rambut.
  • Vitamin D, Vitamin E, dan Biotin.
  • Mineral penting: Seperti zat besi, tembaga (copper), dan zinc.

4. Merokok

Melansir Cosmopolitan, merokok dapat memengaruhi cara kerja DNA. Merokok membuat seseorang 2,5 kali lebih mungkin cepat beruban.

5. Kebiasaan Merokok

Merokok tidak hanya berdampak buruk bagi paru-paru, tapi juga menyempitkan pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah dan oksigen ke folikel rambut menjadi terhambat. Racun dalam rokok juga meningkatkan radikal bebas yang merusak folikel rambut.

6. Penggunaan Produk Rambut Berbahan Kimia Keras

Sering berganti cat rambut, melakukan bleaching, atau menggunakan sampo dengan bahan kimia keras (seperti hidrogen peroksida) secara berlebihan dapat merusak folikel rambut dan memicu uban lebih cepat.

Apakah uban di usia muda bisa hilang?

Jika penyebabnya adalah genetik, sayangnya uban tersebut bersifat permanen. Namun, jika uban dipicu oleh stres, kekurangan nutrisi, atau gaya hidup, ada kemungkinan warna rambut bisa kembali normal (atau setidaknya mencegah uban bertambah banyak) jika Anda memperbaiki pola makan, mengelola stres, dan memenuhi kebutuhan vitamin tubuh.

Posting Komentar untuk "Benarkah Uban usia 20 tahun tanda penuaan dini?"

Advertisement
Advertisement