Beritakapan.co.id - Perusahaan pelayaran dan logistik Denmark, Maersk, mengaku kapalnya sukses melintasi Selat Hormuz berkat pengawalan dari Amerika Serikat (AS). Kabar mengenai kapal Denmark yang berhasil melewati Selat Hormuz menjadi sorotan penting, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di wilayah tersebut pada Mei 2026 ini. Keberhasilan ini dianggap sebagai sinyal positif bagi stabilitas jalur perdagangan energi dunia.
![]() |
| Foto: AFP/MERISSA DALEY |
Dilansir dari CnnIndonesia, Maersk menyatakan kapal dengan nama ALLIANCE FAIRFAX berhasil melintasi Selat Hormuz dan keluar dari Teluk Persia dengan selamat pada Senin (4/5). "Pelayaran tersebut selesai tanpa insiden, dan semua anggota kru selamat serta tidak terluka," demikian pernyataan perusahaan, seperti dikutip Anadolu Agency.
Sekitar 20-30% dari total konsumsi minyak dunia melewati selat ini setiap harinya. Denmark, sebagai salah satu negara dengan armada kapal dagang terbesar di dunia (melalui perusahaan seperti Maersk), memiliki kepentingan strategis yang besar untuk memastikan "kebebasan bernavigasi" (freedom of navigation). Keberhasilan ini juga menunjukkan efektivitas kerja sama pertahanan antara negara-negara Eropa dan sekutu regional di Timur Tengah.
Keberhasilan navigasi kapal-kapal besar tanpa gangguan membantu meredam gejolak harga minyak mentah di pasar global yang sempat melonjak akibat isu keamanan.
Kapal dagang asal Denmark tersebut berhasil melintasi titik kunci Selat Hormuz dengan perlindungan dari gugus tugas angkatan laut internasional. Hal ini dilakukan menyusul meningkatnya ancaman penyitaan kapal dan gangguan navigasi di wilayah perairan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Maersk menyebut kapal mereka terjebak di kawasan Teluk sejak perang AS-Israel vs Iran pecah pada 28 Februari lalu. Kapalnya tak bisa ke mana pun karena khawatir terkena serangan.
"Menyusul perkembangan situasi dan koordinasi rencana keamanan komprehensif dengan militer AS, kepemimpinan MLL (Maersk Line, Limited) di darat dan di atas kapal menyetujui pelayaran tersebut," demikian pernyataan Maersk.
Kesuksesan ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang intens untuk menurunkan ketegangan (de-eskalasi) antara kekuatan Barat dan otoritas regional di sekitar selat. Meskipun situasi masih dipantau ketat, lewatnya kapal ini tanpa insiden memberikan harapan bahwa jalur logistik global tetap dapat beroperasi meskipun di bawah pengawasan militer.

Posting Komentar untuk "Kapal Denmark Sukses Lewati Selat Hormuz Dibantu Pengawalan AS"