Beritakapan.co.id - Indonesia sepakat mengekspor beras premium sebanyak 200.000 ton ke Malaysia. Ekspor akan dilakukan secara bertahap, dengan pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton dalam waktu dekat. Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mengungkapkan, harga yang disepakati dalam transaksi tersebut sebesar 3,9 ringgit Malaysia atau setara Rp17.000 per kilogram (kg). Dengan begitu nilai ekspor secara keseluruhan mencapai Rp3,4 triliun.
![]() |
| Ilustrasi Padi/Beritakapan.do.id/Magnific |
Indonesia menyepakati ekspor beras premium sebanyak 200.000 ton ke Malaysia dengan total nilai transaksi mencapai Rp3,39 triliun (Rp17.000/kg).
Detail Kesepakatan Ekspor:
Bentuk Kerjasama: Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perum Bulog dan Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd.
Spesifikasi Beras:
Beras premium dengan kualifikasi pecahan (broken) 5%. Pengiriman Awal:
Tahap pertama dikirim sebanyak 1.000 ton (senilai Rp17 miliar) menuju wilayah Sarawak melalui jalur darat perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. Tujuan Pasar: Memenuhi kebutuhan beras wilayah Sarawak (sekitar 200.000 ton/tahun) serta menjajaki potensi pasar beras nasional Malaysia secara keseluruhan.
Kondisi Stok & Ketahanan Pangan Dalam Negeri:
Stok Cadangan:
Perum Bulog mengamankan stok beras nasional sebesar 5,2 juta ton. Proyeksi Pasokan: Total pasokan beras di dalam negeri (termasuk stok Bulog, Horeka, dan perkiraan panen) diperkirakan mencapai 25–26 juta ton.
Ketersediaan Pasokan:
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ekspor ini tidak mengganggu kebutuhan beras domestik yang berkisar 2,5–2,6 juta ton per bulan, sehingga cadangan pangan nasional dinilai aman
"Ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5-1,7 juta ton per tahun," kata Amran dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya pada Jumat (15/8/2026) malam.
![]() |
| Foto: iNews Media/Tangguh Yudha |
"Insyaallah harga yang diberikan per kg, ini yang ditunggu-tunggu, itu 3,9 ringgit atau Rp17.000 per kg. Alhamdulillah," sambungnya.
Bapak menteri Amran mengatakan ekspor beras ke Malaysia menjadi kabar baik bagi Indonesia setelah pemerintah mengklaim kondisi perberasan nasional saat ini telah mencapai swasembada.
Menurut Amran, Indonesia memiliki surplus beras sehingga pemerintah mulai membuka peluang ekspor ke sejumlah negara. Ia menyebut Indonesia sebelumnya juga pernah mengekspor beras ke Palestina dan Mesir.
"Kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus. Sesuai data BPS yang terakhir bahwasanya produksi kita tahun ini sesuai estimasi per yang diestimasi sampai dengan Oktober itu lebih tinggi produksi kita tahun ini daripada tahun lalu," tuturnya.
Sementara itu, General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim menyambut baik kerja sama perdagangan beras antara Indonesia dan Malaysia. Menurut Jumaat, kerja sama tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat mempererat hubungan masyarakat kedua negara.


Posting Komentar untuk "RI SIap Ekspor 200.000 Ton Beras Premium Ke Malaysia"