Beritakapan.co.id - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menargetkan produksi padi pada 2026 bisa mencapai angka 1,6 juta ton dari luas panen sekitar 230 ribu hektare. Kepala DKPP Kabupaten Indramayu Sugeng Heryanto di Indramayu, Jumat, mengatakan target tersebut disusun berdasarkan luas baku sawah (LBS) sekitar 125 ribu hektare dengan indeks pertanaman (IP) sebesar 1,8.
![]() |
| Foto: Antaranews |
"Kita ini LBS-nya 125 ribuan hektare. Target kita selama satu tahun akan dipanen kurang lebih 230 ribu hektare," katanya.
Menurut dia, produktivitas padi di Indramayu saat ini rata-rata mencapai 6,6 ton per hektare sehingga produksi tahunan diperkirakan bisa mencapai 1,6 juta ton, bahkan bisa melampaui angka tersebut.
"Di Indramayu ini masih menghasilkan di atas 1,6 juta ton. Ini estimasi kita untuk per tahun," ujarnya.
Sugeng mengatakan capaian produksi tersebut masih bergantung pada perkembangan musim tanam kedua, yang saat ini mulai berlangsung di sejumlah wilayah.
Ia menyebut musim tanam kedua berpotensi menghadapi tantangan akibat musim kemarau, yang diperkirakan lebih panjang sehingga dapat memengaruhi ketersediaan air irigasi.
Menurut dia, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan petani telah menyiapkan langkah antisipasi melalui pengaturan sistem gilir-giring air di daerah irigasi.
"Upaya-upaya kita dibantu Pak Dandim, Pak Kapolres, dan jajaran lain untuk mengamankan gilir-giring air. Ada juga bantuan pompanisasi dari Kementerian Pertanian," katanya.
Selain itu, DKPP terus memantau kondisi lahan yang mulai terdampak kekeringan agar tidak berkembang menjadi gagal panen atau puso.
"Sementara ini belum ada laporan puso secara formal. Laporan yang mulai masuk baru terkait kekeringan dan sedang kami tangani melalui pengaturan distribusi air," katanya.
Ia menambahkan panen musim tanam pertama telah berakhir di sebagian besar wilayah, sedangkan panen musim tanam berikutnya mulai berlangsung di Kecamatan Gantar.
DKPP optimistis target produksi padi tahun ini tetap dapat dicapai, apabila kondisi cuaca masih mendukung dan pasokan air irigasi dapat terjaga hingga akhir musim tanam kedua.
“Mudah-mudahan target produksi tahun ini bisa tercapai dan lahan yang mulai mengalami kekeringan masih dapat diselamatkan," kata Sugeng.
Sumber: Antaranews

Posting Komentar untuk "Produksi Padi Indramayu Oleh DKPP Di Targetkan 1,6 juta Ton Pada 2026"