Beritakapan.co.id - Pemerintah melalui kabar tentang pelayaran di selat Hormuz, meskipun ada wacana pembukaan jalur pelayaran diselat hormuz. Pemerintah RI tetap melanjutkan dan bernegoisasi untuk lanjutan pembelian kontrak minyak dari RUSIA cs dan beberapa negara lain. Ini kemungkinan jika memang benar dibuka kesempatan Indonesia membeli dari negara Rusia terutama sebagai cs-nya.
![]() |
| Ilustrasi Selat Hormuz/Beritakapan.co.id/Magnific |
Keputusan pemerintah Indonesia untuk tetap melanjutkan impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia meskipun Selat Hormuz direncanakan akan dibuka kembali merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Dilansri dari CNBCIndonesia, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengungkapkan bahwa langkah ini dilakukan sebagaimana arahan dari presiden untuk memperkuat cadangan energi nasional. Dwi Anggia menjelaskan bahwa kondisi di Timur Tengah masih sangat dinamis, meskipun ada rencana untuk pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun pemerintah berupaya terus menjaga ketahanan energi nasional.
Kementerian ESDM menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin bergantung hanya pada satu wilayah atau jalur logistik global. Arahan Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya mengamankan stok energi nasional dari berbagai sumber alternatif di luar Timur Tengah, seperti Rusia, negara-negara Afrika (Nigeria dan Angola), serta Amerika.
"Presiden (Prabowo Subianto) sudah memberikan instruksi jelas melalui Keppres 26 Tahun 2026 tentang pengadaan BBM, ada Badan Usaha seperti Lemigas di antaranya yang juga diberikan kewenangan untuk melakukan impor dalam hal memperkuat ketahanan energi nasional kita," katanya, di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Rabu (17/6/2026).
Untuk dia menegaskan bahwa pembelian minyak tetap dilakukan melalui banyak negara.
"Jadi apapun upayanya, pembelian minyak tidak hanya dari Rusia, dari negara lain, kecuali Timur Tengah yang memang sekarang sedang berkonflik, pasti akan diupayakan," katanya.
Menurutnya diversifikasi suplai ini juga akan terus dilakukan seperti yang arahan yang diberikan Presiden. Dwi Anggia menyebut sumber minyak lain seperti di negara - negara lain seperti Nigeria, Angola, hingga Amerika Serikat.
"Darimana pun sumbernya pasti akan diupayakan agar bisa memperkuat kondisi stok energi nasional kita," katanya.
dilansir dari dari laporan The Guardian, Selasa (16/6/2026), Presiden AS Donald Trump menjanjikan pembukaan penuh selat Hormuz, pada Jumat Pekan ini, sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Iran. Pernyataan ini ia sampaikan dalam forum KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, waktu setempat.
"Kesepakatan sudah ditandatangani. Dan selat itu kini sudah sebagian dibuka," kata Trump dilansir dari dari laporan The Guardian, Selasa (16/6/2026). Meskipun ada kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka peluang operasional kembali Selat Hormuz, pemulihan jalur pelayaran tersebut diperkirakan memakan waktu. Banyak perusahaan kapal tanker dan pihak asuransi yang masih bersikap wait and see akibat risiko keamanan, isu ranjau laut, dan regulasi baru pascakonflik.

Posting Komentar untuk "Kabar Baik, Mau Buka Selat Hormuz RI Tetap Impor Minyak Dari Rusia"