Beritakapan.co.id - Kondisi infrastruktur di kawasan ekonomi produktif kembali menjadi sorotan tajam. Jalur vital yang melintasi kawasan Saradan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, kini dalam kondisi rusak parah. Kerusakan yang telah dibiarkan selama lebih dari tiga bulan ini dinilai mulai mengganggu ritme aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
![]() |
| Jalan PU Gabuswetan |
Jalan yang menjadi urat nadi penghubung antara wilayah Gabuswetan dan sekitarnya ini dipenuhi lubang besar yang menganga. Saat hujan mengguyur, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kubangan air yang menjebak, menciptakan risiko kecelakaan bagi pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas, terutama pada malam hari.
Sebagai pusat perputaran uang, aksesibilitas yang buruk di Pasar Gabuswetan berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Pembeli dari luar daerah mulai enggan berkunjung karena merasa tidak nyaman dan khawatir akan kerusakan kendaraan akibat medan jalan yang ekstrem. Oleh karena itu dari swadaya masyarakat telah melakukan dengan sirtu untuk menutupi jalan lobang yang bergenang jika hujan turun.
Kondisi ini menciptakan efek domino yang merugikan para pelaku usaha kecil di sekitar pasar. Seorang pengendara sepeda motor telah menekankan bahwa sebagai akses utama, jalan ini seharusnya menjadi prioritas karena mencerminkan citra Kecamatan Gabuswetan di mata pendatang.
Masyarakat di sekitar Jl PU Gabuswetan kini mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan. Mereka tidak lagi menginginkan perbaikan ala kadarnya atau sekadar tambal sulam yang mudah hancur kembali saat musim hujan tiba.
Warga mendambakan pengerasan jalan yang berkualitas agar mobilitas warga dan distribusi barang kembali lancar. Hingga saat ini, denyut ekonomi di Pasar Gabuswetan masih tertahan oleh buruknya infrastruktur, menunggu kepastian kapan jalur vital ini akan kembali mulus.


Posting Komentar untuk "Infrastruktur Rusak Hambat Perputaran Ekonomi Di Jalan PU Gabuswetan Indramayu"