5 Kebiasaan Di Pagi Hari Merusak Otak

BeritaKapan.co.id - Wah, pagi hari itu sebenarnya "jam emas" buat otak kita. Sayangnya, banyak dari kita yang tanpa sadar memulai hari dengan kebiasaan yang bikin otak langsung ngos-ngosan sebelum kerja beneran. Tidak sedikit sebagian orang untuk meraih ponsel setelah bangun tidur. Tak hanya untuk mematikan alarm tapi juga mengecek notifikasi, 'berselancar' di media sosial, dan mengecek kabar terkini.


Bangun Tidur/Freepik


Saat bangun, otak berpindah dari gelombang delta ke theta, lalu ke alpha. Membuka medsos atau email memaksa otak langsung loncat ke gelombang beta yang tinggi (stres). Akibatnya anda bakal merasa cemas dan reaktif sepanjang hari, bukannya fokus dan tenang. Berikut adalah beberapa kebiasaan di pagi hari yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan otak jika dilakukan terus-menerus:

1. Bergegas Cek Handphone Saat Bangun


Bangun Tidur/Freepik


Dilansir dari YourTango, dalam 30-45 menit pertama setelah bangun tidur, terjadi peningkatan kadar kortisol yang kuat. Hal ini terjadi guna mempersiapkan tubuh untuk aktivitas seharian. Akan tetapi, jika hal yang dilakukan di menit-menit ini adalah cek media sosial, pesan, dan berita, maka kadar kortisol bisa drop. Persiapan alami tubuh pun terganggu.

2. Melewati Indahnya Sinar Mentari Pagi

Di sisi lain, tubuh tentunya memerlukan sinar matahari langsung di pagi hari. Ini berguna pada jam biologis tubuh dipengaruhi paparan cahaya alami. Cahaya yang masuk ke mata merangsang wilayah otak yang disebut suprachiasmatic nucleus (SCN). SCN mengatur irama untuk otak dan tubuh dengan menggunakan isyarat cahaya untuk mengatur ritme harian.

Cahaya yang masuk ke mata di pagi hari memicu rangkaian peristiwa neurokimia mulai dari peningkatkan respons kortisol, hormon melatonin alias hormon tidur ditekan, dan peningkatan mood.

Paparan cahaya pagi yang kurang membuat kamu merasa lesu dan menurunkan kualitas tidur di malam hari. Setidaknya berikan tubuh paparan cahaya alami setidaknya selama 10 menit atau 10-20 menit saat mendung.

3. Melewatkan Sarapan (atau Sarapan Gula)

Otak butuh bahan bakar setelah "puasa" semalaman saat tidur.

Tanpa Nutrisi: Kadar glukosa darah drop, bikin kamu sulit konsentrasi dan gampang marah (hangry).

Bom Gula: Makan sereal manis atau donat bikin gula darah melonjak lalu anjlok drastis (sugar crash), yang bikin otak merasa lemot di siang hari.

4. Dehidrasi Berat

Otak kita itu sekitar 75-80% air. Selama tidur, kita kehilangan cairan lewat napas dan keringat. Ini juga akan berdampak kalau tidak langsung minum air putih saat bangun, volume otak bisa sedikit menyusut secara temporer, yang memicu kabut otak (brain fog) dan sakit kepala.

5. Melewatkan Minum Air Putih

Apakah anda sudah sadar ketika di pagi hari dalam kondisi bangun tidur dalam kondisi dehidrasi? Sehingga setelah waktu tidur anda tentu selama berjam-jam kurangnya asupan cairan air mineral dapat menimbulkan dehidrasi.


Minum Air Putih/Freepik

Otak dan tubuh sebagian besar terdiri dari air dan perlu hidrasi untuk berfungsi. Segera setelah bangun tidur, sebaiknya minum air putih. Hal ini untuk menghindari dehidrasi ringan yang dapat memengaruhi kinerja kognitif. Selama berpuasa, tentu kamu harus memenuhi kebutuhan cairan saat sahur. Setidaknya, minum 2-3 gelas air agar tidak dehidrasi.

Posting Komentar untuk "5 Kebiasaan Di Pagi Hari Merusak Otak"

Advertisement
Advertisement