Beritakapan.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia berpotensi menghadapi fenomena El Nino berkekuatan tinggi atau yang populer disebut El Nino Godzilla pada 2026, dilansir dari tulisan Public Relations BMKG, Dwi Herlambang. Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mengalami peningkatan signifikan sehingga mempengaruhi pola cuaca global.
![]() |
| Ilustrasi Sakit Kepala/Beritakapan.co.id/Magnific |
Dilansir dari The Independent, El Nino Godzilla dapat menyebabkan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Dampaknya adalah musim kemarau yang datang lebih cepat, berlangsung lebih lama, serta disertai suhu udara yang lebih panas dan kondisi lingkungan yang lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, dan risiko kebakaran hutan. Dari sisi kesehatan, suhu panas ekstrem dan udara yang semakin kering juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit dan gangguan kesehatan.
El Nino merupakan fenomena iklim yang terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. Pemanasan ini mengubah sirkulasi atmosfer sehingga mempengaruhi pola cuaca di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berikut tujuh penyakit dan gangguan kesehatan yang berpotensi meningkat selama fenomena El Nino terjadi.
1. Heat Stroke atau Sengatan Panas
Heat stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celcius dan tubuh kehilangan kemampuan untuk mendinginkan diri secara alami.
Gejalanya meliputi tubuh terasa sangat panas, kulit memerah, sakit kepala, pusing, mual, muntah, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran. Pada kondisi yang lebih berat, heat stroke dapat menyebabkan kerusakan organ dan mengancam nyawa.
2. Gangguan Pernapasan
Musim kemarau yang lebih panjang membuat udara menjadi lebih kering dan kualitas udara cenderung menurun. Debu, asap kendaraan, serta potensi kebakaran hutan dan lahan dapat memperburuk kondisi tersebut.
Saluran pernapasan menjadi lebih mudah mengalami iritasi karena lendir pelindung pada hidung dan tenggorokan mengering. Akibatnya, risiko batuk, sesak napas, asma, bronkitis, dan penyakit paru kronis lainnya dapat meningkat.
3. Migrain dan Sakit Kepala
Dehidrasi akibat suhu panas menjadi salah satu penyebab utama migrain dan sakit kepala selama musim kemarau ekstrim.
Ketika tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar, keseimbangan elektrolit terganggu dan mempengaruhi fungsi pembuluh darah di otak. Kondisi tersebut dapat memicu nyeri kepala yang muncul secara berulang.
4. Tekanan Darah Tidak Stabil
Suhu udara yang tinggi dapat mempengaruhi sistem peredaran darah. Pada sebagian orang, tekanan darah dapat turun akibat kehilangan cairan yang berlebihan melalui keringat.
Namun dalam kondisi tertentu, tubuh justru harus bekerja lebih keras untuk mengatur suhu internal sehingga tekanan darah dapat meningkat. Situasi ini berbahaya bagi penderita hipertensi maupun penyakit jantung.
5. Serangan Jantung dan Stroke
Salah satu penyakit akibat El Nino yang paling serius adalah meningkatnya risiko serangan jantung dan stroke.
Ketika suhu udara meningkat, jantung harus memompa darah lebih cepat untuk membantu tubuh membuang panas melalui keringat. Beban kerja jantung yang meningkat dapat memicu gangguan kardiovaskuler, terutama pada individu yang memiliki riwayat penyakit jantung atau pembuluh darah.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation pada 2023 menunjukkan bahwa kematian akibat penyakit kardiovaskular yang berkaitan dengan paparan panas dapat meningkat hingga 162 persen.
6. Kulit Kering dan Iritasi
Kelembaban udara yang rendah selama musim kemarau membuat lapisan pelindung kulit lebih mudah kehilangan kandungan air alaminya.
Akibatnya, kulit menjadi kering, terasa kencang, bersisik, gatal, hingga mengalami iritasi. Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat memperburuk eksim maupun alergi kulit yang sudah ada sebelumnya.
Penggunaan pelembab dan menjaga kecukupan cairan tubuh dapat membantu mengurangi risiko gangguan ini.
7. Mata Merah dan Iritasi
Selain mempengaruhi kulit, udara yang kering juga berdampak pada kesehatan mata. Berkurangnya kelembaban alami pada permukaan mata dapat menyebabkan mata terasa perih, panas, gatal, dan tampak kemerahan.
Orang yang sering beraktivitas di luar ruangan atau terpapar debu dalam waktu lama memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.
Dalam kondisi yang lebih kuat, fenomena ini sering disebut El Nino Godzilla karena dampaknya yang luas dan lebih ekstrem. Indonesia umumnya mengalami penurunan curah hujan, musim kemarau yang lebih panjang, serta peningkatan suhu udara selama fenomena ini berlangsung.

Posting Komentar untuk "Waspada Penyakit Akibat El Nino Godzilla pada 2026"