Kelima Tanda Stress Berlebih Di Awal Tahun Tentu Harus Dikelola Dengan Baik

BeritaKapan.co.id - Strees berlebih dapat bermunculan karena ini masih didalami oleh sebagian orang di awal tahun 2026. Oleh karena itu tidaklah sedikit orang yang beranggapan bahwa awal tahun sebanyak harapan dan keinginan agar segera terwujud. Namun berbeda dengan demikian karena setiap orang berharap memulai lembaran baru dengan semangat dan optimisme tinggi.
 
 
Kelima Tanda Stress Berlebih Di Awal Tahun
Kelola Stress Berlebih/Freepik

 


Wajar banget kalau kamu merasa "tekanan" di awal tahun ini. Ada semacam mitos kolektif bahwa tanggal 1 Januari adalah tombol reset ajaib, padahal realitanya kita sering membawa beban tahun lalu ke kalender yang baru.

Efek "New Year Pressure" itu nyata. Kita dipaksa punya resolusi hebat, performa kerja harus langsung tancap gas, padahal baterai mental mungkin belum terisi penuh setelah liburan (atau malah makin habis karena kumpul keluarga).
 
Awal tahun sering diasosiasikan dengan resolusi, target besar, dan dorongan kuat untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Namun, realitas yang dialami tidak selalu seindah harapan. Di balik euforia pergantian tahun, terdapat fenomena psikologis yang nyata. Tekanan untuk beradaptasi cepat, mengejar target baru, serta perubahan rutinitas setelah libur panjang dapat memicu beban mental yang signifikan.

Kondisi inilah yang sering disebut sebagai stres awal tahun, sebuah bentuk tekanan psikologis yang muncul secara perlahan dan kerap luput dari perhatian. Stres awal tahun tidak selalu hadir dalam bentuk ledakan emosi.
 
Kelola Stress Berlebih/Freepik


Untuk menjaga kesehatan mental di awal tahun sama pentingnya dengan menyusun daftar rencana dan target kerja. Dengan mengenali tanda stres sejak dini, Anda tidak hanya melindungi kesehatan mental, tetapi juga memastikan langkah yang lebih stabil, sehat, dan berkelanjutan sepanjang tahun.  

Berikut ini beberapa tanda stres awal tahun yang sering muncul namun kerap diabaikan.
 
1. Gangguan Tidur Yang Tidak Teratur

Stres awal tahun sering tercermin melalui gangguan tidur. Bukan sekadar begadang, tetapi insomnia akibat pikiran yang terus mengulang daftar tugas, tenggat waktu, dan ekspektasi.

Pada sisi lain, sebagian orang justru mengalami hipersomnia, tidur berlebihan sebagai bentuk pelarian mental dari tekanan yang dirasakan.
 
Memasuki akhir Januari, biasanya "euforia" tahun baru sudah luntur dan digantikan oleh realita tumpukan pekerjaan atau rutinitas yang menjemukan. Ini saat yang tepat untuk melakukan re-kalibrasi agar stres tidak berubah menjadi burnout di awal tahun.
 
2. Penurunan konsentrasi

Kesulitan fokus pada tugas sederhana, pikiran terasa berkabut, atau mudah terdistraksi saat menyusun rencana kerja merupakan sinyal bahwa kapasitas mental Anda mulai mencapai batas.
 


 
Kelola Stress Berlebih/Freepik

 
Kondisi ini sering dipicu oleh beban ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri di awal tahun.
 
3. Iritabilitas dan Sensitivitas Emosional

Perasaan mudah marah karena hal sepele atau tiba-tiba merasa sangat sedih tanpa sebab yang jelas dapat menjadi indikasi bahwa sistem regulasi emosi sedang terganggu.

Tekanan eksternal, tuntutan pekerjaan, dan harapan sosial dapat memengaruhi kestabilan emosi secara signifikan.


4. Keluhan fisik tanpa penyebab medis (psikosomatis)

Sakit kepala yang datang dan pergi, nyeri di area leher dan bahu, hingga gangguan pencernaan yang muncul saat kembali beraktivitas sering kali merupakan respons tubuh terhadap stres psikologis.

Keluhan psikosomatis adalah cara tubuh berbicara ketika pikiran berada dalam kondisi tertekan.


5. Perubahan Pola Makan

Perubahan pola makan juga merupakan tanda stres yang patut diperhatikan. Sebagian orang kehilangan nafsu makan, sementara yang lain makan berlebihan sebagai mekanisme coping terhadap tekanan.

Kedua kondisi ini dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik jika berlangsung dalam jangka panjang. 

Posting Komentar untuk "Kelima Tanda Stress Berlebih Di Awal Tahun Tentu Harus Dikelola Dengan Baik"

Advertisement